'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Profil
Merangkul yang Tersisihkan: Pengajian di Lapas Perempuan Mataram
17 Juni 2020 08:46 WIB | dibaca 21

Warga Binaan Pemasyarakatan Lembaga Pemasyakatan (Lapas) Kelas III Mataram menjadi salah satu ladang dakwah dari Majlis Tabligh PWA NTB. Menurut Wikipedia, Lapas, yang sebelumnya dikenal dengan penjara adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana dan anak didik pemasyarakatan di Indonesia. Dakwah di Lapas ini dimotori oleh Hj. Alfiatun, Ketua Majlis Tabligh Pimpinan Wilayah Aisyiyah NTB. Program ini dilaksanakan atas kerjasama antara Pimpinan Pusat Aisyiyah dengan Kementerian Hukum dan HAM yang kemudian ditindaklanjuti oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah melalui Majlis Tabligh.

Bentuk dakwah yang dilakukan adalah berupa ceramah agama (pengajian). Pengajian ini sebenarnya sudah berlangsung lama, tetapi pembinaan intensif dilakukan seminggu sekali sejak tahun 2011. Meskipun program ini merupakan tanggung jawab dari Majlis Tabligh dan Hj. Alfiatun sebagai mubalighat utama, tetapi para daiyah yang memberikan pengajian adalah seluruh pimpinan wilayah Aisyiyah lintas majlis, khususnya yang mempunyai keluangan waktu dan kesempatan. Sedangkan jamaah pengajian adalah warga binaan Lapas. Menurut data Ditjenpas, jumlah tahanan dan napi Lapas Perempuan Kelas III Mataram sebanyak 88 orang. Pada saat pengajian, ada beberapa staf Lapas yang juga mendampingi jamaah.

Materi pengajian focus pada materi keagamaan, baik yang berkaitan dengan ibadah, fiqh, maupun akhlak. Secara umum, materi disampaikan secara tematik dan terstruktur, meskipun juga disesuaikan dengan kondisi Lapas pada saat itu. Misalnya jika ada warga lapas yang terkena razia dan ditempatkan di sel tikus, maka daiyah juga diminta untuk membahas tentang persoalan akhlak dan moral yang berkaitan dengan kasus tersebut. Selain itu, pada bulan puasa, juga dilakukan ibadah shalat taraweh berjamaah dan diiringi dengan ceramah agama. Pada masa pandemic covid 19 saat ini, pengajian juga dilakukan secara virtual untuk mematuhi protocol kesehatan wabah korona.

Pengajian di lapas tidak selamanya berjalan dengan baik, tetapi juga dipenuhi oleh berbagai tantangan dan persoalan baik dari dalam maupun dari luar, yang terkait dengan materi, warga lapas, maupun dari kebijakan internal Lapas. Persoalan dari dalam misalnya daiyah berhalangan hadir dan harus segera dicarikan pengganti. Materi yang diberikan dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga diperlukan kesiapan pengetahuan dari mubalighat untuk menyesuaikan dengan kondisi. Warga binaan lapas seringkali berganti-ganti, ada yang keluar dan ada yang masuk, sehingga mereka tidak selalu mendapatkan materi secara utuh. Adanya kebijakan internal Lapas yang berubah seiring dengan pergantian pimpinan, yang berakibat kepada pelaksanaan pengajian. Misalnya pengajian yang sebelumnya dilakukan dua kali seminggu menjadi sekali seminggu.

Pengajian rutin mingguan telah memberikan perubahan kepada sebagian jamaah. Meskipun jamaah berasal dari berbagai macam latar belakang pendidikan, ekonomi, status sosial, memang tidak mudah untuk berubah. Apalagi jika mereka mempunyai latar belakang yang sangat minim pengetahuan agama dan tidak pernah atau tidak selalu menjalankan ibadah. Sebagian terjerumus melakukan kejahatan karena terpaksa oleh kondisi ekonomi, lingkungan, dsb. Akan tetapi, paling tidak, ketika berada di Lapas, mereka mendapatkan pencerahan dan pengetahuan agama, pengalaman religi untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Salah seorang jamaah menyampaikan bahwa “tidak seperti sebelumnya (ketika diluar lapas), saya disini dapat melakukan ibadah shalat dengan khusyu, dan mengaji dengan baik”

Hj. Alfiatun menganggap bahwa dakwah di Lapas adalah bagian dari upaya untuk merangkul orang-orang yang tersisihkan. Atas usahanya tersebut, Pimpinan Pusat Aisyiyah memberikan penghargaan kepada Majlis Tabligh NTB atas prestasi yang ditoreh selama ini. Prestasi melakukan dakwah secara konsisten dan berkesinambungan tanpa mengenal lelah. Dakwah yang dilakukan dengan ikhlas dan hanya mengharapkan ridha Allah SWT. (Nikmah)

 

Shared Post:
Arsip
Berita Terbaru