'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
LLHPB NTB Salurkan Bantuan Untuk Korban Bencana Di Daerah Terisolir Di Sumbawa
17 November 2020 07:01 WIB | dibaca 35

Kebakaran yang terjadi di Desa Batu Rotok Kecamatan Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa beberapa waktu lalu, telah menggerakan naluri kedermawanan pengurus PWA NTB untuk membantu korban bencana tersebut. Melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana, PWA berhasil mengumpulkan sejumlah dana, pakaian layak pakai dan pakaian sekolah,  serta selimut untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Bantuan tersebut, sedianya akan dibawa sendiri oleh pengurus PWA, yang diwakili oleh Dr. Sri Rejeki dan Dr. Hasanah yang kebetulan berasal dari desa yang terkena bencana.  Akan tetapi karena factor cuaca dan infrastruktur yang tidak mendukung, maka bantuan tersebut disalurkan melaui PDA dan MDMC Sumbawa.   

Batu Rotok merupakan salah satu desa terpencil dan terisolir di Kecamatan Batu Lanteh, dengan infrastruktur yang masih terbatas, namun kaya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Desa tersebut merupakan salah satu penghasil kopi dan madu terbaik di Sumbawa. Penduduk setempat menjual hasil pertaniannya ke Sumbawa Besar, dengan menggunakan hartop (mobil kecil bak terbuka yang biasa digunakan para petualang di hutan belantara dan menyusuri sungai), dengan minim perlindungan dan rentan kecelakaan selama seharian penuh. Akses jalan sudah ada, tetapi berlumpur, berliku-liku dan berlubang  menelusuri hutan belantara, sehingga sulit dilalui oleh kendaraan, apalagi dimusim penghujan saat ini. Indonesia sudah merdeka selama 75 tahun, tetapi sebagian masyarakat Batu Lanteh termasuk Baru Rotok belum menikmati kemerdekaan untuk mendapatkan hak-hak terhadap  kesejahteraan  ekonomi, social, dan pendidikan yang memadai. Kondisi tersebut tergambar melalui pesan whatsapp oleh Dr. Sri Rejeki yang saat itu sudah bersiap menuju lokasi: Assalamu'alaikum, bunda bunda cantik, kami sdh koordinasi denga PDA. dan MDMC maka kami akan serahkan di posko karena tidak memungkinkan kami sampai ke batu rotok,  info dari mdmc yg baru turun andai bisa naik harus menginap dan belum tentu hari berikutnya bisa turun ,butuh minimal 3 hari, tadi yg naik dan ada turun harus mandi lumpur.

Meskipun demikian, penduduk  disana tidak pernah mengenal lelah dan berjuang untuk kehidupan yang lebih baik, yang ditandai dengan semangat memperbaiki hidup dan kehidupan melalui pendidikan. Masyarakat menyadari bahwa ditengah keterbatasan ekonomi, pendidikan menjadi kunci menuju sukses.

Misi kemanusiaan yang dilakukan oleh Aisyiyah, termasuk PWA NTB merupakan bentuk kepedulian Aisyiyah terhadap sesama, yang dilakukan lintas batas komunitas dan geografis. Daerah terpencil merupakan wilayah yang sulit akses transportasi dan  terbatas media komunikasi dan teknologi, namun  LLHPB dengan penggeraknya Dra. Tri Nuryanti, tidak pernah  mengenal lelah menghimpun dana dari berbagi pihak, bekerjasama dengan para stakeholder untuk menyebarkan tali kasih bagi sesama. (Nikmah)

Shared Post:
Arsip Berita
Berita Terkomentari