'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PWA NTB Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi dengan PDA se-NTB Songsong 2 Tahun Program Kerja Pembaruan
06 September 2020 03:45 WIB | dibaca 84

Dalam rangka menyongsong dua tahun program kerja pembaharuan menjelang Muktamar Aisyiyah ke-48, Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) NTB menyelenggarakan silaturrahmi dan konsolidasi dengan 10 Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) se-Nusa Tenggara Barat, pada tanggal 5 September 2020 secara daring. Acara tersebut  dipandu oleh Sekretaris PWA NTB, Hj. Maryam Bages.

Acara diawali dengan pemaparan program dan kegiatan oleh perwakilan masing-masing PDA dan dilanjutkan dengan penyampaian program/kegiatan oleh wakil ketua PWA yang juga merangkap sebagai koordinator majelis. Karena pandemic covid, ada beberapa program  yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan ada kegiatan yang tetap dilaksanakan sesuai karena aman dari penyebaran virus covid 19. Di beberapa daerah, pertemuan rutin yang selama ini dilaksanakan setiap bulan, selama pandemic di ganti dengan online menggunakan flatform media social yang mudah dan terjangkau.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan dari sekolah Aisyiyah, baik TKABA maupun TK Aisyiyah menyampaikan rencana sekolah tatap muka yang disesuaikan dengan era new normal. Sebagai Koordinator Pendidikan, Hafsah, M.Pd menyampaikan bahwa ada tuntunan belajar di era covid 19 yang dibuat oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah dan akan disosialisakana kepada sekolah di seluruh NTB.  Pembelajaran tatap muka harus disesuaikan dengan protocol covid 19, jumlah siswa perkelas dibatasi dan penyediaan fasilitas kesehatan. Disamping itu, pihak sekolah akan menginfokan rencana tersebut kepada wali murid dan meminta surat kesediaan orang tua tentang boleh tidaknya anak didik masuk sekolah dengan tatap muka. 

Selain itu, Koordinator Majlis Kesehatan dan Ekonomi PWA NTB, Dr. Hj. Lolita Endang S menyampaikan tentang pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan untuk penyediaan pangan secara mandiri, baik untuk budidaya tanaman atau hewan peliharaan.  Kelentingan pangan ini menjadi program unggulan PWA hingga Muktamar tahun 2022 tidak hanya karena pandemic, tetapi juga realitas bahwa lahan pertanian semakin berkurang setiap tahun. Untuk itu, harus ada terobosan baru untuk mempertahankan kemandirian pangan, khsusnya untuk keluarga dan komunitas. (Nikmah)  

Shared Post:
Arsip Berita
Berita Terkomentari